Kursus Bisnis Kuliner Praktis

Kursus Bisnis Martabak Manis



















Bisnis Martabak adalah bisnis yang sangat menggiurkan, kalau kita melihat sepanjang jalan saat malam hari, bertebaran orang jualan martabak, baik martabak manis maupun martabak asin.

Merebaknya orang jualan martabak menunjukkan betapa konsumen mulai menjadikan martabak menjadi bagian penting dalam jajan malam mereka.

Martabak sebagai makanan malam, makin hari makin populer. Berkenaan dengan hal tersebut, peluang bisnis martabak menjadi sedemikian populer dan menjanjikan.

Dengan pertimbangan diatas, maka kami dari Martabak Orion, martabak khas Bandung membuka kursus membuka usaha martabak manis dan asin. Dalam kursus ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, namun juga keterampilan bisnis martabak selain dari resep otentik Martabak Orion yang kami buka secara khusus kepada peserta.


Materi Kursus :
1. PENGENALAN BISNIS MARTABAK
- Sejarah Martabak Manis & Asin
- Karakter Bisnis Martabak
- Biaya Investasi Peralatan
- Teknik Promosi Martabak
- Cara Merekrut Pegawai
- Memilih Tempat Usaha
- Mengelola Laporan Keuangan
- Proteksi Reep Martabal
- Strategi Bersaing

2. ANALISA BISNIS MARTABAK
- Menghitung Biaya Investasi
- Menghitung Biaya Operasional
- Menghitung Biaya Bahan
- Menghitung Biaya SDM
- Menghitung Harga Jual

3. PRAKTEK MARTABAK MANIS
- Pengenalan Alat Martabak Manis
- Pengenalan Bahan Martabak Manis
- Penjelasan Resep Martabak Manis
- Praktek Membuat Martabak Manis


3. PRAKTEK MARTABAK ASIN
- Pengenalan Alat Martabak Asin
- Pengenalan Bahan Martabak Asin
- Penjelasan Resep Martabak Asin
- Praktek Membuat Martabak Asin

4. MEMBUAT MATERI PROMO
- Mendesain Box Martabak
- Mendesain Gerobak
- Mendesain Media Promosi

5. SHARING USAHA KULINER
- Q&A

Waktu :
Sabtu - Minggu
Nopember 2012

Lokasi :
KANTOR MARTABAK ORION
Griya Caraka C88, Cisaranten Endah, Arcamanik
Bandung - Jawa Barat

Biaya Kursus :
Comming Soon
Bonus Resep Martabak Orion
Bahan Praktek dan Modul Disediakan
Free Nginap di Workshop

Hormat Kami,

Asal Usul Martabak






















Hok Lo Pan atau Martabak dalam Bahasa Indonesia, adalah Makanan Khas Bangka Belitung.  Hok Lo Pan atau Martabak diciptakan oleh orang-orang Hakka ( Khek ) Bangka.  Satu-satunya di dunia, makanan orang suku Hakka (khek) yang memakai nama suku Hoklo. Hampir semua orang di kota-kota besar seperti di kota Jakarta mengenal Martabak Bangka, nama aslinya di Bangka adalah Hok Lo Pan (Martabak ). Arti Hurfiah Hok Lo Pan ( Martabak ) adalah Kue Orang Hok Lo

Padahal ini asli kue orang Hakka ( Khek ) Bangka. Sejarahnya adalah benar martabak memang dibuat oleh Imigran Hakka ( Khek ). Murni hasil kreatifitas  Hakka ( Khek ) Bangka. Jelas BUKAN kue buatan suku Hok Lo. Kelihatannya ini bagian dari Kelirumologi ala Jaya Suprana.

Mengapa ini bisa terjadi? Menurut analisa BUKJAM ada 2 sebab. Pertama, menggunakan kata Hok Lo maka gengsi dari kue tersebut lebih tinggi. Kedua, kue ini jenis baru. Belum ada di Tiongkok maupun di Bangka Belitung, Indonesia Bukan juga kue Hakka( Khek ) dan tidak pernah dimakan oleh orang Hakka ( Khek ) sebelumnya. Jadi asumsi tidak mungkin kue orang Hakka ( Khek ). Karena kedekatan suku Hakka (Khek) dan suku Hok Lo, Nah, jika bukan Hakka ( Khek ) maka Hakka ( Khek ) Bangka menduga mungkin ini jenis kue Hok Lo.

Hok Lo Pan ( Martabak ) adalah kue yang sangat sederhana. Membuatnya pun sepertinya mudah. Hanya 12 Menit menunggu Hok Lo Pan ( Martabak ) pun Jadi. Menggunakan tepung terigu, diolesi dengan mentega, ditaburi coklat butir campur kacang tanah dan wijen, atau Keju parut campur wijen, kemudian diberikan susu kental manis, selesai. Ringkasnya seperti itu. Kini, isi dalam Hok Lo Pan ( Martabak ) beragam, ada pisang, strawberry, blueberry, dll. Aslinya hanya wijen saja. Lengkapnya lihat di tulisan mengenai proses pembuatan  Hok Lo Pan ( Martabak )

Kelirumologi Hok Lo Pan( Martabak ) yang kedua adalah Hok Lo Pan ( Martabak ) di Semarang dikenal dengan sebutan kue bandung. Padahal jelas-jelas ini bukan kue bandung. Ini adalah kue orang Hakka ( Khek ) Bangka. Mengapa Hok Lo Pan ( Martabak ) di semarang dinamakan kue bandung? Hal ini ada sejarahnya. Sejarahnya adalah bahwa kue tersebut dibuat oleh orang Bangka yang menetap di Semarang dan diberi nama kue bandung. Yakni oleh Keluarga Cen (Pinyin : Zeng), generasi  ke-4 dari leluhur yang bernama Cen Khian Sam (Pinyin : Zeng Quan San). Seorang imigran Hakka ( Khek ) dari Moi Yan Pararel dengan itu ada pula Mie Bandung di lokasi jalan Gajah Mada Semarang, dan di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Indonesia.

Hok Lo Pan ( Martabak ) sangat sesuai dengan lidah orang Indonesia. Rasanya gurih, manis dan juicy. Sekali anda makan dijamin tidak cukup 1 potong saja. Pasti tambah lagi. Selain di Bangka Belitung, Hok Lo Pan ( Martabak ) ini sangat mudah ditemui diberbagai kota di seluruh Indonesia, seperti di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan.

Di Pangkal Pinang ( Pinkong ), Bangka, Indonesia. Anda bisa beli Hok Lo Pan (Martabak) A Cauw. Lokasi di dekat simpang sekolah swadaya.  Menurut Ini yang paling enak, namun bila lokasi anda jauh dari sana. Belilah di tempat sekitar. Di Tanjung Duren, Jakarta anda bisa beli Martabak Sinar Bulan, seberang Fuji Digital Image. Martabak Sinar Bulan adalah martabak yang paling lama di Tanjung Duren, selain Martabak A Hiung (A Hiung Gepeng) yang sudah tutup. Atau Martabak A Fong, seberang SS Photo. Semua martabak  diatas dibuat oleh orang Bangka, dijamin asli dan halal. Harga Rp20.000-35.000/loyang. Beli Martabak yang dibuat oleh orang asli Bangka, itu baru martabak asli. Tips beli martabak lihat di tulisan berikutnya. Selamat mencoba..An Ho Sit Woo…

Mengapa orang jual Hok Lo Pan ( Martabak Bangka ) kebanyakan malam hari? Apakah kaitan Hok Lo Pan (Martabak Bangka) dengan filosofi Yin Yang? Bagaimana membedakan Hok Lo Pan( Martabak Bangka ) yang kualitas bagus dan kurang? Bagaimana Hok Lo Pan ( Martabak Bangka ) menjadi begitu populer? Apakah penyebabnya? Ikuti tulisan

Sumber bukjam
LABEL: SEJARAH MARTABAK MANIS
Sejarah Martabak Asin di Indonesia

Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, mengadu nasib dengan berjualan makanan dan mainan anak-anak pada perayaan yang dilangsungkan di kota-kota besar seperti Semarang.

Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary.

Dari hasil persahabatan mereka, Abdullah diajak berkunjung ke kampung halaman Ahmad di Desa Lebaksiu Kidul, Tegal. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Abdul Karim.
Kemudian Abdullah mempersunting Masni, adik perempuan Ahmad, pada tahun 1935. Abdullah atau yang biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar yang cukup ternama di zamannya. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama martabak.

Dialah salah satu di antara pemuda-pemuda India yang berhasil memodifikasi martabak dari resep aslinya. Hal ini untuk menyesuaikan dengan citarasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia, terutama orang Jawa, yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengonsumsi daging secara berlebihan.

Sampai saat ini, jenis martabak telur yang dapat ditemukan di hampir seluruh pelosok Indonesia adalah hasil modifikasi.

Peluang Bisnis Martabak
















Pulang dari outdoor dengan keluarga ke Gunung Puntang sudah sore hari. Turun dari perkemahan Gunung Puntang sudah menjelang maghrib.

Mampir ke Masjid sholat maghrib, terus melanjutkan perjalanan pulang. Iseng-iseng karena suasana sudah malam, sambil bawa mobil menghitung gerobak yang jualan martabak di malam hari.

Sepanjang perjalanan dari Banjaran sampai Dayeuhkolot saya sama keluarga mencoba menghitung orang yang jualan martabak. Dan ternyata mencengangkan...

Dalam hitungan acak kami lakukan, terkumpul lebih dari 50 gerai martabak sepanjang jalan +/- 10 km. Ini artinya, setiap 200 meter ada 1 gerai martabak. Luar biasa persaingan bisnis martabak ini.


Apa yang dapat kita simpulkan dari peristiwa ini :

1. Martabak telah menjadi jajanan utama malam hari. Peringkatnya nomor satu kalau dibanding dengan produk jajanan malam lainnya

2. Dengan tingkat persaingan yang ketat justru itu menjadi peluang yang bagus, karena marketnya benar-benar ada dan telah teruji

3. Untuk berhasil dalam bisnis martabak ini harus punya pembeda, mengingat begitu banyaknya pesaing sehingga untuk bertahan harus menghindari martabak menjadi produk komoditas.

4. Martabak adalah peluang bisnis yang menjanjikan, karena marketnya sudah terbentuk, berbeda dengan produk2 baru yang belum akrab dengan lidah orang Indonesia.

Demikian, semoga menjadi inspirasi bisnis bagi kawan-kawan yang terjun dalam bisnis martabak.

Martabak Bandung & Martabak Bangka, Apa Bedanya





















Sebagai pecinta martabak, khususnya martabak manis saya sering berkelana menikmati aneka martabak manis. Dari martabak satu ke martabak yang lain. Dari pengamatan yang saya dapatkan ada beberpa perbedaan mendasar antara berbagai martabak.

Setidaknya saya jumpai martabak dengan 4 varian, yaitu :

1. Martabak Bangka
Orang Bangka bilang Martabak di Bangka dikenal sebagai Ho Lok Phan. Dari namanya, martabak Bangka ini rakitan orang Thionghoa. Dari ngobrol dengan tukang martabak Bangka, yang paling umum adalah khas Belinyu Bangka. Sebuah daerah di Bangka.

Dari sisi rasa, sebenarnya ndak jauh dari martabak lainnya, namun kalau saya amati kulit lebih sedikit keras dan gurih dan berwarna kecoklatan tua. Berpori dan berserat.

2. Martabak Bandung
Kalau martabak Bandung lain lagi, walau mirip martabak Bangka, biasanya kulitnya lebih muda, berserat dan lebih empuk. Biasanya lebih tebal :-). Umumnya martabak Bandung topingnya lebih variatif dan tebal. Kadangkala terasa lebih manis. Silakan di coba saat kuliner di Bandung..

3. Martabak Jakarta
Martabak Jakarta sebenarnya juga ndak jauh beda dengan martabak lainnya, cuman biasanya super empuk dan mengembang lebih besar. Banyak gelembung di daging martabaknya. Biasanya divariasikan dengan rasa pandan dan lainnya.

4. Martabak Tegal
Martabak Lebak Siu Tegal, ini banyak dijual oleh orang-orang Tegal. Awalnya memang Tegal terkenal dengan martabak asinnya, namun seiring dengan perkembangan martabak manis juga berkembang. Biasanya martabak manis Tegal dilapis dengan daun pisang. Selagi panas dituang dalam kotak beralaskan daun pisang sehingga menimbulkan aroma sedap pada Martabak.

Demikian setidaknya varian martabak yang saya kenal. Namun semakin kesini martabak semakin bervariasi, mulai dengan rasa cappucino, coffe dan aroma lainnya.

Selamat menikmati,

Resep Martabak Sama, Hasil Kok Beda ?



















Kenapa martabak manis dengan resep yang bagus tetapi hasilnya kok beda. Misal, martabak manis tidak berongga, tidak mengembang atau berongga bagian dasarnya dan lainnya.

Dari praktek lapangan, suksesnya membuat martabak dibagi menjadi dua, pertama terkait dengan bahan-bahan untuk membuat martabak, dan kedua saat pembakaran di Loyang.
Adonan martabak yang telah sesuai dengan takaran tak menjamin hasilnya bisa memuaskan jika pembakarannya tidak tepat.

Oleh karena itu, adonan dan pembakaran dua hal penting untuk menghasilkan kualitas martabak yang bermutu.

Untuk topping martabak, relative bahannya sama, semisal keju, coklat, kacang, pisang dan lainnya, sehingga bisa disimpulkan yang menjadi pembeda adalah pada kualitas adonan dan pembakaran di Loyang. Oleh karena itu, pengusaha martabak menjadi penting memberikan pembeda pada proses tersebut, karena disitulah yang menjadi pembeda utama martabak yang satu dengan yang lainnya.

Untuk jumlah bahan adonan bahannya bisa dibantu dengan takaran dan timing proses pembuatannya sedangkan untuk mengukur panas loyang bisa dilakukan dengan feeling. Jika sudah mahir, maka feeling pembuat martabak akan terbentuk sehingga saat memberikan pelayanan kepada pelanggan tanpa harus ditakar.

Demikian, semoga sharing singkat ini membantu para pecinta martabak meningkatkan kualitas martabaknya.

Sejarah Martabak


















Sejarah Martabak Orion Bandung ini tergolong unik. Didirikan karena diawali dari hobby makan martabak.

Setiap pulang kerja, istri dan anak selalu meminta oleh-oleh makanan, dan salah satu makanan favoritnya adalah martabak. Karena begitu sering dikasih oleh-oleh martabak dan memang menyukainya kenapa ndak mencoba bikin martabak sendiri. Pertama, bisa belajar bikin aneka martabak, kedua, bisa buka lapangan kerja.

Namun demikian, keinginan itu mengendap cukup lama, sampai suatu saat saya buka situs social media dan ada orang yang mau jual gerobak martabak dan resepnya komplit di Geger Kalong Bandung Utara.

Langsung saja iklan itu memunculkan ide spontan untuk mengakuisisi gerobak tersebut, dan benar, malam hari berikutnya saya dan istri langsung ke tempat penjual gerobak dan akhirnya deal. Harga yang disepakati pada tahun 2010 itu adalah 4.750.000. Deal.

Setelah pembayaran, maka gerobak langsung diantar ke rumah, dan beberapa hari kemudian kita praktek bikin martabak diajar langsung pemilik gerobak. Sempat saya tanyakan kenapa gerobak dijual, ternyata pekerjanya kurang jujur, sehingga memilih dilikuidasi gerobaknya.

Setelah praktek, cukup lama gerobak tak berfungsi, maklum mencari tenaga kerja cukup sulit apalagi saya dan istri harus focus pada usaha yang saat ini jalan dan membutuhkan perhatian. Kondisi gerobak nganggur itu berlangsung kurang lebih setahun sampai muncul ide membuat iklan dipikiran rakyat untuk membuka lowongan tukang martabak.

Akhirnya iklan diluncurkan, dan banyak respon, namun rata-rata belum punya pengalaman jualan martabak. Saya sempat pesimis juga..

Namun akhirnya kita dapatkan pengelola martabak dan dengan segenap kemampuan di launchinglah Martabak Orion.

Kenapa dinamai Martabak Orion, salah satunya adalah karena kita pengin seperti bintang Orion yang bersinar dan dijuluki sebagai bintang pemburu. Harapannya, martabak Orion nantinya menjadi pemburu rasa dan tersebar diberbagai penjuru.

Tepat tanggal 14 Oktober 2012 hari Minggu, Martabak Orion resmi berdiri di Outlet Alfamart Ciporeat Ujung Berung.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami harapkan dapat membuka gerai sampai 15 gerai di kota Bandung Raya.

Kepada pelanggan setia, selamat menikmati Martabak Manis dan Martabak Telur khas Bandung dari Martabak Orion.

Salam Martabak,

Bisnis Kuliner Academy

Bisnis Kuliner Academy

Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy
Bisnis Kuliner Academy